Cerita Inspirasi Diri Sendiri

Farih najah Rosadiah                                                                                                                                Cerita Inspirasi diri sendiri

A24100183

Laskar 7

Permata petuah dari Ibu

Sejuta kisah telah terukir dalam hidupku, aku punya banyak teman, impian, kenangan dan harapan-harapan yang akan ku jadikan motivasi hidupku. Jika ditulis dalam kertas mungkin cerita itu tak akan ada habisnya, dan disinilah akan aku tuliskan secercah kisah hidupku.

Ketika aku beranjak memasuki jenjang pendidikan SMP, aku sekolah di sebuah madrasah tsanawiyah swasta, disitu aku tinggal di sebuah pesantren, bermula dari situlah aku jadi mengerti makna hidup,aku diajarkan mengenal Robb ku yang hakiki, disanalah aku temukan pengetahuan  antara Hablun Minallah (hubungan dengan Allah) dan  Hablun Minannaas (hubungan dengan manusia), dan disanalah aku mendapatkan sesuatu yang jarang dan mungkin sulit ditemukan di zaman seperti ini.

Setiap hariku diisi dengan mengaji dan mengaji, mulai dari ilmu tauhid sampai ilmu fiqh. Sering kami mendapat petuah-petuah rabbani dari ibuk pesantren kami, dan yang paling ku ingat dari petuah beliau sampai sekarang adalah, beliau bertuah,(”Ampun ngantos manahipun kosong!, tansah iling marang  Allah! Manah kedah diisi terus kanti lafadz ‘Allah….Allah” ”),- “Jangan sampai mengosongkan hati kita! Berusahalah selalu ingat pada Allah! Dan hati harus selalu diisi dengan lafadz “Allah…Allah” ”.

Dan ternyata Subhanallah sobatku, sungguh bbenar dan besar asma tersebut, sehingga akan membuat hati kita tenang dan tentram menyelami hidup ini. Seharusnya, hanya Allah lah yang menjadi sandaran hidup kita dan selalu ikut serta dalam penyelesaian masalah kita. Amin.

Dari petuah beliau tersebut, aku banyak mendapatkan inspirasi darinya, aku mendapatkan gambaran dibawa kemanakah hidupku ini.

Dari siapa?

Oleh siapa?, dan

Untuk apa?.

Posted in Uncategorized | Leave a comment